Monday, 26 February 2018

Anda adalah Penulis Seks Buat Roland

So You Want to Be a Writer?


I got a letter recently from someone who hopes to be a writer. She says:
I get so frustrated with myself because even as I am typing, I think, "What am I doing?  I can't write!" I would like to get published some day, but I don't even know how to start.
No 7-step list will guarantee a writer is formed out of a non-writer, but here are some suggestions, things that have been helpful for me.

1. Write!

The cliche answer is probably the best one—if you want to write, write. Don't think about publishing at first. And quit examining yourself and your ability. Don't worry about grammar and spelling at first. Just write. Anything. Journal. Letters. Blog. Keep a writing notebook or computer file. In it, write random paragraphs describing something you've seen or imagined. Jot down ideas or connections that have come to your mind when you're reading your Bible.
All of this is good practice and good source material for you. Sometimes I happen across a random piece of paper where in the past I briefly wrote a thought that I'd now completely forgotten. Without the paper it would have been totally lost. Now it slips into something I'm writing as if it were totally fresh today.

2. Immerse yourself in what you admire.

When you find an author you love to read, read everything you can find by that person. Think of authors whose writing grabs you, then soak yourself in their work. For me, there have been all sorts. It would be hard to pick out just a few, but here's a very random sample: George Eliot, Charlotte Bronte, Edith Schaeffer, Elisabeth Eliot, P.D. James, Alexander McCall Smith.
A practical and surprisingly helpful way to get a feel for the quality of another author’s writing is to copy down well-turned phrases of theirs that you find as you read. Then, not only are you passively taking in good writing as a reader, you are also practicing putting it out yourself as a writer.

3. Practice improving other people’s writing.

I think editing other people's work has helped my writing a lot. As an exercise, you might take random paragraphs from other writers or yourself and see how much you can cut out and still leave a good paragraph. Shortest is not always best, but long is often weak. See what other ways you might improve the paragraph.

4. Join a writers’ group.

In college, I should have majored in Lit because I love reading. But Lit required a lot of writing. So I majored in Speech, so I could just talk, because I didn't like to write.
When I was in my late 30's, someone at Bethel College asked me to write a very short piece for the alumni magazine about an Alumna of the Year (or something like that), a person in our church. And I was probably 40 before I started thinking I might enjoy writing and began to do it because I liked it.
About that time I joined the Minnesota Christian Writers Guild. At the monthly meetings, even if the speaker is talking about a kind of writing I'm not interested in, somehow it's still good fertilizer and watering to whatever I am interested in.
Look for a writers' organization near you. Whether or not it should be a Christian group depends on what kind of writing you’re doing. As you look for a group, keep in mind there’s some pretty goofy stuff out there (both Christian and non-Christian), stuff that won't advance your thought or writing or your faith very well.

5. Start a writers’ group.

Later I started getting together monthly with a small group of other aspiring writers. Each of us brings something and we take turns reading to each other. Then we encourage each other and make suggestions. That has been really helpful. And you should recognize that comes from me, who doesn't take criticism easily nor want anybody telling me what to do.
Round up your own group of writers or would-be writers. Needing to have something fresh each month is good motivation to keep writing.

6. Participate in events for writers.

Find conferences you want to attend. American Christian Writers, for example or Christian Writers Guild. These are big conferences and will have tracks for beginners. Look around those websites for other helpful info, too. Another good annual conference is Write to Publish, always in Wheaton, though not associated officially with the college.
Same thought here as above about deciding whether to go to Christian conferences or others.

7. Ask yourself what you want to say and who you want to say it to.

Before moving eventually toward publishing, probably most important is getting past the general idea of writing, and getting down to asking yourself, “What do I have to say? What do I want to say? What are my great burdens that won’t let me be content until I deal with them on paper? Who do I want to write this for?”
Over time this sense will grow, perhaps from your random writing notebook. You’ll start to notice what gets most of your word count, or what raises the strongest emotions in you, or what you've been learning as you've written. Writing is one of the best ways (besides talking to yourself!) to know what you really think . You realize how unfinished your thoughts have been when you try to get them out of your head and into something cogent on paper.

Keep learning!

Really, what we're talking about here is continuing education. I was surprised to discover that my education wasn't finished when I finished college. I realize now that I learned to learn in school. And I've gotten my real education since then.
So, if you want to grow in writing, that means you want to continue your education in writing, and that means WRITE!

Sunday, 25 February 2018

Tia ada tulisan Sihir di Ocen Z

Erick Anak Blogger

20 Tahun Cari Inspirasi Menulis Buat Togu Sarah

“Selembar kertas kosong adalah cara Tuhan untuk mengatakan kepada kita [penulis] tentang betapa sulitnya menjadi Tuhan.” ~Sidney Sheldon~
Salah satu hal yang paling menyebalkan bagi kita para penulis adalah duduk di depan blank pagelaptop tanpa ide sama sekali. Seberapa sering Anda menghadapinya? Kalau saya tidak terhitung. Lalu bagaimana saya mengatasinya hingga saya mampu menyelesaikan novel saya satu per satu? Satu kata INSPIRASI. Yang kita butuhkan adalah terinspirasi. Tapi bagaimana caranya? Karena kita tidak mungkin menunggu inspirasi itu datang lama-lama bukan? Nah coba cek 20 cara di bawah ini yang dapat Anda lakukan untuk mendapat inspirasi dalam menulis.
1. Membaca.
o-reading-pile-of-books-facebook
Ada begitu banyak manfaat dalam membaca buku terutama bagi para penulis. Membaca dapat mengaktifkan otak kita, Writers, sehingga otak tidak akan kehilangan kekuatannya. Sebuah novel yang bagus ternyata juga dapat mengurangi stress, belum lagi dengan membaca Anda juga bisa menambah kosa kata baru. Jadi kalau kehilangan inspirasi, ambillah sebuah buku yang bagus dan bacalah.
2. Mendengarkan Musik.
musicMusik adalah salah satu pengaruh positif yang telah terbukti. Entah itu lagu kesukaan kita, Band favorit, musik klasik, bisa apa saja. Karena satu lagu dapat menarik mood Anda, membuat Anda relaks, sehingga Anda dapat berkonsentrasi untuk menulis. Pengalaman saya pribadi, untuk setiap novel saya mempunyai lagu tema masing-masing. Lagu tema saya dalam menulis City of Heroes adalah Man on a Wire, The Script dan Dave Koz, Together Again. Ketika menulis Tofi Perburuan Bintang Sirius lagu tema saya adalah Rule The World, Take That. Lagu dan musik tersebut mengantarkan saya untuk menyelesaikan novel demi novel. Tidak pernah saya menulis novel tanpa satu lagu tema yang menemani.
3. Menyanyi di Kamar Mandi?
Oh ayolah, semua orang pernah menyanyi saat mandi kan? Atau kalau tidak PD dengan suara sendiri menggumam-gumam lirik lagu? Pasti pernah kan? Terlepas dari bagus atau tidaknya suara kita, menyanyi adalah salah satu cara untuk terapi lho. Secara emosional menyanyi dapat meningkatkan kepercayaan diri kita, mengurangi stress, membangun kreativitas, dan masih banyak lagi. Jadi menyanyilah!.
4Menulis dengan Tangan.
Dengan teknologi yang berkembang sangat pesat belakangan ini, kita sudah jarang menggunakan pulpen dan kertas saat menulis. Cobalah tutup laptop Anda dan ambillah jurnal, kertas dan pulpen, tulislah apa yang ada di pikiran Anda tanpa terlalu over thinking. Ketika selesai bacalah apa yang telah Anda tulis, siapa tahu ada ide yang berguna di sana. Atau inspirasi tiba-tiba datang, siapa tahu kan?
5. Mendengarkan Orang Lain.
listeningPekerjaan menulis memang membutuhkan kesendirian, bahkan seringkali kita lebih senang mengisolasi diri daripada bersosialisasi. Saya adalah orang yang mendapatkan energi ketika saya sendirian. Meski begitu saya tahu kapan saya harus bertemu dengan teman-teman dan mendengarkan mereka, atau sekedar bercerita tentang keadaan saya. Itu sangat menolong. Para penulis adalah seseorang yang tidak pernah menganggap kisah orang lain sambil lalu, kita adalah pendengar, dan dalam kisah orang lain kita selalu bisa mendapatkan ide ketika orang lain tidak.
6. Tertawa.
laughingBertemanlah dengan orang-orang yang dapat membuat Anda tertawa. Atau tonton saja komedi favoritmu. Karena humor dan tawa dapat menstimulus kedua sisi otak kita untuk meningkatkan pembelajaran, dengan mengaktifkan sistem limbik di otak. Sistem limbik berhubungan dengan emosi, gairah dan kenangan. Humor juga dapat melepaskan tekanan, yang merupakan komponen utama dari kerativitas.
7. Ubah Pemandangan.
Apakah Anda bekerja di kantor? Di kamar pribadi? Cobalah untuk pindah tempat sejenak. Pergi ke kamar lain, ke halaman, atau salah satu area di rumah yang dapat memberi suasana lain. Kalau Anda seharian duduk, cobalah berdiri, berjalan-jalan sekitar rumah, ke dapur membuat teh atau kopi, bergeraklah, tidak perlu banyak, tapi bergerak memungkinkan Anda untuk menyegarkan otak, ketika itu terjadi maka kreativitas akan mengalir.
8. Bawalah Kamera dan Pergilah Keluar.
mum-taking-photoIde berjalan-jalan di luar kompleks, ke taman adalah ide yang bagus. Tapi bawalah kamera Anda, tidak punya kamera profesional tidak masalah, masih ada kamera handphone. Duduklah, perhatikan sekeliling, potretlah sesuatu yang menarik, tapi jangan lupa untuk membawa jurnal, karena ketika ide datang, percayalah, Writers, Anda tidak ingin itu lenyap begitu saja.
9. Pergi Keluar, Tarik Napas dalam-dalam, dan Dengar.
Apa yang didengar? Simfoni alam. Duh kedengarannya lame atau terlalu berlebihan. Tapi nggak juga kok. Duduklah di taman atau di tempat yang Anda sukai. Nikmati simfoni di sekeliling Anda. Apakah itu kicauan burung, daun gemeresak ditiup angin, orang-orang tertawa, gemericik air, atau bunyi hujan. Saya memiliki seorang teman yang menyukai bau tanah yang basah disiram hujan, dia menyukai berdiri menyaksikan hujan, dan selalu merasa terinspirasi akan itu. Tidak ada yang bisa menandingi suara alam, begitu indah dan menginspirasi. Tidak percaya? Coba saja.
10. Menggambar atau Melukis Pemandangan di Luar.
girl-colorBagi Anda yang hobi menggambar atau bahkan melukis, aktivitas ini jangan sampai dilewatkan apalagi ketika Anda merasa kehabisan inspirasi dalam menulis. Karena menggambar dan melukis dapat merangsang kedua belahan otak kiri dan otak kanan, sehingga dapat memaksimalkan logika dan rasionalitas, juga dapat meningkatkan kreativitas. Lukisan dapat meningkatkan imajinasi dan kekuatan memori. Jadi jangan remehkan keahlian menggambar atau melukis Anda, Writers.
11. Lihat Sesuatu yang Hijau dan Biru.
Para peneliti mengklaim bahwa dua warna ini dapat mempengaruhi kreativitas kita. Jadi kalau memang memungkinkan melihat langit, atau laut, juga pepohonan kenapa tidak dilakukan?.
12. Buka Kembali Karya-Karya di Masa Lalu.
Bisa sebuah tulisan di blog, cerpen atau puisi yang pernah dimuat di majalah, sebuah lukisan atau sebuah proyek yang pernah Anda buat di masa lalu. Kita dapat merasakan kembali kenangan juga rasa bangga terhadap diri kita sendiri. Sejauh apa yang telah kita capai dan hal itu tentu bisa membuat kita bahagia. Tentu saja itu juga mungkin memicu inspirasi baru.
13. Bermain Game.
bird_red
Permainan yang saya maksud dalam hal ini adalah permainan yang berkaitan dengan kalimat atau kata-kata. Scrabble bisa jadi salah satunya, atau Anda dapat memilih satu kata dan tulislah apa saja yang muncul dalam pikiran Anda saat kata itu disebut. Bisa juga Anda mengambil satu kalimat dari buku atau novel lalu jadikan kalimat itu petunjuk untuk menulis sesuatu, karena aktivitas ini sangat bisa memacu imajinasi, Writers.
14. Pikirkan Sesuatu yang Berbeda.
Berpikir tentang hal yang sama atau masalah yang sama setiap kali tentu akan membuat kita berhadapan dengan jalan buntu yang sama. Bagaimana kalau mencoba berpikir sesuatu yang tidak berhubungan dengan tulisan Anda? Misalnya, coba bayangkan apa yang akan Writers lakukan atau capai 10 tahun lagi?.
15. Berolah raga.
Aktivitas fisik sangat baik untuk tubuh dan jiwa, Writers. Selain untuk menguatkan tubuh, olah raga juga dapat memicu kimia di otak kita sehingga kita menjadi lebih bahagia dan relaks. Olah raga bisa mengurangi stress dan depresi, jadi jika kehabisan inspirasi, tidak ada salahnya Anda pergi berenang, lari atau melakukan olah raga favorit Anda yang lain.
16. Mencoba Sesuatu yang Baru.
Kreativitas Anda akan tertantang jika Anda mencoba sesuatu yang baru. Itu dapat memicu inspirasi Anda. Misalnya mencoba resep dessert baru dari majalah yang menggugah selera? Hmm….sweet!.
17. Tidur.
Tutup laptop Anda, jangan terlalu dipaksakan terus di depan laptop jika itu buntu. Cobalah untuk tidur. Tidur dapat berguna untuk menyegarkan tubuh dan pikiran kita.
18. Membuat Kreasi Buatan Tangan.
Di sekolah, Anda pasti pernah diajarkan membuat kreativitas dengan tangan. Seperti menjahit, menyulam, merajut, merangkai bunga atau membuat prakarya dari barang-barang yang sudah terpakai. Berkreasi dengan tangan Anda dapat membantu menyegarkan proses berpikir Anda. Sehingga dapat mengundang masuk sebuah inspirasi baru.
19. Traveling terutama Ke Negara Lain.
remarkable-changes-after-travelingErnest Hemingway adalah salah satu penulis yang seumur hidupnya senang bepergian dan berpetualang ke negara-negara lain. Travel membuat pikiran kita lebih terbuka, Writers. Berada di tempat baru dapat memaksa kreativitas Anda bekerja. Tidak hanya Anda mampu melihat sesuatu yang baru di sana setiap harinya, tapi Anda juga dapat melihat hal yang baru tersebut dengan pencerahan baru yang tidak dapat Anda ketahui di negara Anda.
20. Temukan Apa yang bisa Memicu Kreativitas Anda.
Setiap penulis pasti memiliki hal ini. Jika Anda belum memilikinya, coba temukanlah. Seperti Victor Hugo tidak bisa bekerja tanpa mencium bau kopi, Haruki Murakami akan berlari 10 kilometer dan berenang sebanyak 1500 meter ketika mengerjakan sebuah proyek novel, atau saya misalnya, saya tidak akan mulai menulis tanpa mendengar sebuah lagu. Semua orang dapat mengidentifikasi kebiasaan yang dapat membangunkan kreativitasnya.
Semoga 20 cara di atas bisa membantu Anda untuk mendapat inspirasi dalam menulis. Jangan pernah langsung menyerah jika Writers menghadapi jalan buntu atau dua kata ini: writer’s block. Tahun ini saya memasuki tahun ke 11 dalam menulis, jadi saya berani bilang apa pun yang membuat ide tidak keluar, semua itu pasti bisa diatasi.

Mengarang Ala Indonesia Pada Dahulu Kala Sebelum Siantar Top Attack

8 Kota di Indonesia Yang Menjadi Sumber Inspirasi Penulis

Menjadi kreatif bagi sebagian orang bukan hanya sekedar hobi, melainkan adalah jalan hidup. Ketika banyak orang aman dan nyaman dengan pekerjaan rutin dari jam 9-5 sore, para penulis mempunyai jiwa yang bebas dan jadwal yang cukup flexsibel untuk berganti-ganti lokasi. Tentunya demi terciptanya ide-ide baru. Materi baru jarang keluar jika Anda masih terkungkung dalam tempat yang statis, tidak bergerak dan mengalami sesuatu yang baru. Nah, traveling adalah salah satu cara untuk membangkitkan kembali passion menulis juga inspirasi. Berikut adalah delapan kota di Indonesia untuk Anda, Writers!
1. Yogyakarta
yogyakarta
Sumber – DestineAsian
Daerah Istimewa satu ini memang istimewa, Writers. Meski ramai, entah mengapa Yogya menawarkan atmosfer ketenangan dan keramahan yang ‘unik’ bagi siapa saja yang datang. Coba kita lihat Malioboro, matahari yang menyengat tak menghentikan para pengunjung berdesak-desakan. Suasananya gaduh, ada tawa, obrolan, alunan musik, teriakan pedagang yang menjajakan dagangannya, klakson mobil, becak lalu lalang, pokoknya semua bunyi bercampur aduk di sana. Lalu Benteng Vredeburg yang tak jauh dari Malioboro sebagai salah satu peninggalan masa kolonial Belanda.
Setiap sudut kota Yogya adalah inspirasi. Jika Anda belum yakin, cobalah berjalan-jalan malam hari mencari angkringan, dengan segelas kopi joss sambil mendengar para musisi jalanan menyanyikan lagu Kla Project Yogyakarta, wah benar-benar suasana yang tidak akan Anda dapatkan di kota mana pun di dunia. Suasananya yang ramah dan kental dengan budaya hmm…. ide untuk sebuah cerita nostalgia? Buat Anda yang pernah ke Yogya pasti selalu ingin kembali lagi kan? Rasanya persis seperti lirik lagu Kla Project Tak Bisa Ke Lain Hati…du du du du….
2. Ubud
restaurant-rice-paddy-view
Sumber: DestineAsian
Bukan hanya karena Ubud adalah salah satu lokasi yang ada di dalam novel Eat, Pray, Love atau karena tuan rumah Ubud Writers Festival, tapi Ubud juga adalah budaya itu sendiri. Udaranya yang sejuk dengan pemandangan yang mengagumkan, membuat para penulis seperti kita bisa menghirup udara segar dan bisa mengosongkan pikiran untuk imajinasi baru. Tak ada yang bisa membantah Ubud adalah kota seni. Di sana terdapat Neka Art Museum yang tak boleh dilewatkan. Mungkin, tempat itu bisa Anda jadikan tempat bertemunya karakter di novel Anda? Atau para monyet pencuri nakal yang mencuri tas gebetan karakter Anda di hutan monyet, lalu karakter Anda harus jungkir balik mengejar si Monyet? Bisa jadi adegan komedi kan? Atau mungkin kota Ubud bakal jadi setting novel bestseller yang Anda tulis setelah Eat, Pray, Love? Siapa tahu.
3. Bukittinggi
300px-rumah_gadang
Sumber : Wikimedia
Bukittinggi menawarkan pemandangan yang mempesona dan memanjakan mata Anda. Ngarai yang indah, berbatu-batu, pasar dan jajanan kaki lima di sekitar menara Jam Gadang. Kota kecil ini merupakan pusat budaya, masih memelihara dan mempertahankan tradisi dan adat Minang. Anda bisa menjelajahi desa-desa yang masih mempertahankan rumah Gadang yang khas, itu mungkin membawa kembali ingatan kita pada karya-karya seperti Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dll. Oh iya, bicara soal karya sastra, Indonesia mempunyai banyak penulis dan sastrawan yang berasal dari Sumatera Barat, salah satunya adalah Taufik Ismail yang mempunyai Rumah Puisi yang terletak di kaki Gunung Singgalang dan Merapi. Di sana Anda bisa menemukan ribuan buku dan peninggalan karya-karya sastrawan Indonesia. Anda bisa membaca buku-buku yang berharga dan mungkin merenungkan sebuah ide untuk tulisan dilatar belakangi pemandangan seperti yang terdapat di lukisan. Bagi para penulis sebuah perpustakaan dengan pemandangan yang luar biasa adalah surga.
4. Mataram

lombok
Sumber: DestineAsian
Sekarang Lombok dan Mataram tidak kalah pamor dari tetangga mereka Bali dan Denpasar. Jika Anda berkunjung ke Lombok menikmati pantai dan wisata air, maka jangan lupa mampir ke kota Mataram. Di Lombok Anda bisa menulis dengan latar belakang senja, matahari terbit, debur ombak atau hamparan pasirnya. Namun di kota Mataram, Anda juga bisa menemukan pusat budaya. Ada pura peninggalan masa kerajaan Hindu, salah satunya Pura Meru, lalu ada kawasan kota tua Ampenan, museum, juga pusat kuliner yang tentunya bisa membuat perut kenyang supaya otak bisa bekerja lebih maksimal lagi. Oh iya, banyak festival diselenggarakan di Lombok, juga Mataram seperti festival Mataram, festival Gili Indah, Anda tidak akan kecewa jika berada di sana di waktu-waktu festival, ini akan memicu ide menulis.
5. Malang
malang
Sumber: Kompas
Di sepanjang Ijen Boulevard bangunan warisan kolonial Belanda seolah-olah menarik kita ke masa lalu Anda, membayangkan bagaimana suasana tempat ini seratus tahun lalu. Malang menawarkan ke ‘tua’ an kotanya, yang tidak pernah alpa menarik perhatian kita. Becak dan delman, beradu dengan modernisasi, itu adalah ide tulisan yang timbul dalam pikiran. Sebenarnya jika kita berada ke kota Malang, kita juga harus mampir ke Batu, sekitar 45 menit dari kota Malang. Batu adalah bagian dari Malang Raya, jadi secara administratif kota Batu berada di Malang Raya. Di kota Batu ada begitu banyak daerah wisata, kondisi alam yang dikelilingi oleh pegunungan membuat Kota Batu bisa menjadi tempat yang nyaman untuk menulis. Oh iya jangan lewatkan juga, berjalan-jalan ke kebun teh Wonosari yang sudah ada sejak tahun 1910, sekedar bercerita dengan para pemetik teh, mencicipi teh tersebut, bagi saya penulis juga pecinta teh, Malang bisa jadi sebuah kota sumber inspirasi. Sebuah fotografer yang sudah keliling dunia jatuh cinta pada kesederhanaan Malang bisa jadi cerita menarik sepertinya, hmmmm….
6. Makassar
pinisi_tn_taste1_july2011
Sumber: DestineAsian
Di kota Makassar kita dapat menemukan tiga suku utama, yaitu suku Bugis, Makasar, dan Toraja. Karena tiga suku ini, maka Makassar cukup beraneka ragam dari segi budaya. Kita bisa melihat rumah tradisional yang unik, kostum, makanan, juga festival yang menarik. Makassar dijuluki kota seribu warung kopi, saking banyaknya warung kopi di sana. Tentu bisa jadi tempat nongkrong yang asyik, ngobrol dengan warga lokal, sehingga Anda bisa menangkap vibe kota juga berita-berita yang bisa jadi tambahan untuk tulisan Anda. Bagi Anda pecinta senja dan pantai, jangan lupa bawa tablet, kamera atau catatan saat melihat senja di Pantai Losari, suasananya, makanannya, semuanya bisa Anda tangkap dalam tulisan.
7. Jayapura
festival-danau-sentani-2016_221466739078_preview
Sumber: Kompas
Papua memang belum menjadi kota seperti Yogya atau Ubud. Tapi bukan berarti Papua tidak memiliki magnet, contohnya Raja Ampat, sudah menjadi salah satu daya tarik utama bagi para wisatawan. Di Papua, Jayapura adalah salah satu pintu masuk. Perjalanan menuju kota dari Bandara Sentani kita akan melintasi Danau Sentani. Lalu Writers akan disambut dengan pemandangan pantai. Di kota Jayapura, Anda dapat berjalan-jalan ke pantai, atau pada malam hari menikmati keindahan pemandangan Jayapura dari bukit. Kalau soal pemandangan memang tidak usah ditanya lagi. Kuliner Papua juga bisa menjadi bahan tulisan seperti kue sagu dan papeda atau mujair bakar misalnya.  Aksesoris, batik Papua juga hasil karya buatan tangan lain dari tanah ini mempunyai ciri yang sangat khas bisa ditelusuri dan menjadi tulisan yang menarik. Daerah-daerah yang terpisahkan dengan gunung, lembah dan bukit dapat menjadi lebih indah dengan sebuah kisah cinta di tanah di ujung timur Indonesia, bukan begitu?.
8. Bandung
tempat-wisata-di-bandung-gambar-gedung-sate
Sumber: Wikimedia
Kota Bandung sangat melekat dengan budaya anak muda dan arsitektur art deco yang keren. Untuk Anda para penulis, Bandung adalah tempat yang tidak akan membosankan. Ada taman dan tempat nongkrong di setiap sudut kota. Ada museum, pusat fashion, kuliner. Untuk sejarah, Bandung juga tidak kalah dengan kota-kota lain Anda, seperti napak tilas ke stilasi-stilasi Bandung Lautan Api, Jalan Asia Afrika. Jika Anda terus melaju menuju Lembang Anda juga bisa mampir ke satu-satunya Observatorium di Indonesia yaitu Observatorium Boscha, Anda bisa melihat bintang dan planet-planet, saat Anda meneropong, atau hanya menatap gemerlapnya langit malam, Anda pasti terinspirasi tentang langit, astronomi, kisah cinta, atau keagunganNya yang tanpa batas.
Setelah membaca tulisan di atas, rasanya ingin sekali langsung angkat koper atau gendong tas ransel kan? Jangan resah kalau belum ada dana, karena Anda masih bisa merencanakan perjalanan dan menabung. Menulis sambil traveling sekarang lebih mudah, karena ada ratusan website yang akan menolong perjalanan kita, mulai dari memesan tiket, booking hotel termurah, tips perjalanan, transportasi sampai pada trik-trik hemat juga semua do’s and don’t. Namun sebelum pergi ke tempat-tempat di atas, pastikan Anda pergi pada musim yang terbaik, dan cek jadwal festival yang ada. Sayang sekali kalau Anda pergi tapi tidak melihat festival lokal di sana.